10 Penyakit yang Menjadi Penyebab Utama Meningkatnya Angka Kematian di Dunia

By | 05/08/2019

10 Penyakit yang Menjadi Penyebab Utama Meningkatnya Angka Kematian di Dunia

Hidup sehat dan berkualitas sudah tentu menjadi harapan setiap orang di dunia. Berdasarkan fakta yang ada, manusia yang hidup memang tidak pernah bisa terlepas dari berbagai jenis penyakit, baik yang merupakan jenis penyakit ringan, maupun jenis penyakit yang tergolong mematikan. Ataupun penyakit yang menular maupun tidak menular.

Dari sekian banyak jenis penyakit yang dikenal saat ini, pada 2016 lalu, WHO (World Health Organization) telah merangkum 10 jenis penyakit yang menyebabkan penurunan angka harapan hidup di dunia. Yang cukup mengejutkan adalah, penyebab kematian tertinggi disebabkan oleh penyakit jantung iskemik (9.2 juta jiwa). Berdasarkan data tahun 2016 tersebut, penyakit ini juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingankan dengan data kematian dunia tahun 2000 yang hanya mencapai 7 juta jiwa.

Di posisi kedua, angka kematian masyarakat global disebabkan oleh jenis penyakit struk yang menyebabkan angka kematian mencapai 5.8 juta jiwa pada tahun 2016. Atas dasar data WHO tersebut, penulis memasukkan kedua jenis penyakit tersebut dalam 2 urutan teratas penyakit yang menyebabkan angka harapan hidup di dunia.

1. Penyakit Jantung Iskemik (Ischemic Heart Disease)

Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit Jantung Iskemik (Ischemic Heart Disease) atau biasa disebut dengan penyakit arteri koroner. Seperti dengan namanya, penyakit ini menyerang organ jantung dimana pembuluh darah arteri jantung yang mengakibatkan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa zat makanan ke seluruh tubuh. Jumlah angka kematian global yang tercatat akibat penyakit jantung iskemik adalah 7.4 juta jiwa (data tahun 2012).

2. Stroke

Stroke

Penyakit stroke adalah penyakit yang muncul jika otak mengalami kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi karena darah tidak bisa mencapai otak. Jika ini terjadi, hanya dalam beberapa menit, sel-sel otak akan berhenti bekerja dan mati. Walaupun stroke sudah menjadi penyakit yang banyak diderita orang, stroke dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh para penderita, atau bahkan menyebabkan kematian.

Berdasarkan data WHO, stroke menimbulkan angka kematian terbesar nomor 2 di dunia. Pada tahun 2016 lalu, jumlah kematian mencapai 5.8 juta jiwa. Sedangkan pada tahun sebelumnya, data WHO menunjukkan angka kematian senilai 5.7 juta jiwa yang disebabkan oleh penyakit stroke.

3. Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronis / Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)

Penyakit Paru-paru Obstruktif Kronis

Penyakit paru-paru obstruktif kronik atau chronic obstructive pulmonary disease adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan, terutama organ paru-paru. Kata “kronis” sendiri menunjukkan bahwa kondisi penyakit ini sudah cukup parah. Berdasarkan data kematian WHO pada tahun 2016, jumlah angka kematian yang terjadi karena penyakit ini mencapai 3.04 juta jiwa. Dari jumlah tersebut paru-paru obstruktif kronis menduduki peringkat 3 sebagai penyakit mematikan di dunia.

4. Infeksi Pernafasan Bawah

Infeksi Pernafasan Bawah

Infeksi pernafasan bawah (lower respiratory tract infection) terjadi pada bagian paru-paru dan saluran pernapasan dibawah pita suara. Infeksi yang terjadi pada bagian bawah ini mencakup  bronkitis, pneumonia, bronkiolitis, TBC. Secara global, jumlah penduduk yang meninggal karena terkena infeksi pernafasan bagian bawah mencapai 2.96 juta orang setiap tahunnya.

5. Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru-paru

Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru-paru

Kanker trakea, bronkus, dan paru-paru disebabkan oleh berkembangnya sel-sel jaringan di bagian trakea, bronkus, dan paru-paru secara tidak normal. Pertumbuhan sel kanker tersebut dapat dipicu oleh tingkat racun yang masuk melalui trakea, bronkus, dan paru-paru. Penyebab yang paling umum terjadi adalah rokok, ataupun cerutu.

Kanker trakea, bronkus, dan paru-paru merupakan salah satu gangguan kesehatan yang harus segera dideteksi. Karena pertumbuhan sel kanker tersebut dapat menyebar hingga ke sel jaringan tubuh lainnya. Kanker ini menjadi salah satu penyakit yang mematikan. Pada tahun 2016 lalu, WHO telah mencatat jumlah kematian global hingga 1.7 juta jiwa.

6. HIV/AIDS

HIV/AIDS

Banyak orang yang memiliki kesalahan persepsi sehingga menganggap HIV dan AIDS itu sama. Namun kenyataannya, HIV dan AIDS itu berbeda. HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem immune seseorang. Seseorang yang sudah terkena virus ini, akan kehilangan seluruh pertahanan tubuhnya terhadap segala penyakit, sehingga dengan mudahnya tertular dengan penyakit lain.

Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan kondisi dimana virus HIV sudah berkembang dalam tubuh sehingga penderita berada dalam kondisi yang sangat serius. Ketika seseorang sudah terkena AIDS, maka seluruh kekebalan tubuhnya sudah hilang sepenuhnya.

HIV/AIDS adalah salah satu jenis penyakit mematikan yang dapat menular. Berdasarkan data kematian yang diterbitkan WHO pada tahun 2010 lalu, jumlah kematian pasien HIV/AIDS sebanyak 1.46 juta jiwa.

7. Penyakit Diare

diare

Diare merupakan salah satu penyakit yang tergolong sudah sangat umum. Mungkin nama jenis penyakit tersebut sudah tidak asing di telinga kalian. Diare biasanya disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung virus, bakteri, ataupun parasit. Dalam beberapa kasus, diare juga bisa disebabkan oleh alergi terhadap makanan tertentu.

Gejala diare yang paling umum ialah penderita akan sering melakukan buang air besar, dan tinja / feces yang keluar berupa cairan. Seseorang yang mengalami diare, biasanya akan kekurangan cairan dalam tubuh. Bahkan jika tidak dilakukan tindak lanjut atau pengobatan, bisa menyebabkan kematian penderita.

8. Penyakit Diabetes Melitus (Kencing Manis)

diabetes mellitus

Diabetes melitus adalah penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula atau glukosa dalam darah. Untuk menjadikan gula menjadi energi tersebut, diperlukan hormon insulin yang diproduksi oleh kelenjar pankreas. Namun bagi penderita diabetes, pankreas sudah tidak bisa memproduksi hormon insulin yang diperlukan tubuh sehingga terjadi penumpukan kadar gula. Tingginya kadar gula yang dibawa oleh darah ke seluruh tubuh mengakibatkan kerusakan-kerusakan dan pembusukan organ-organ tubuh yang dilaluinya.

Seorang penderita diabetes yang tergolong cukup parah dapat ditandakan dengan sulitnya melakukan regenerasi ketika luka atau bahkan mengalami pembusukan secara permanen. Untuk bisa menghindari diabetes, seseorang harus melakukan pengendalian terhadap kadar gula yang dikonsumsinya. Berdasarkan data WHO pada tahun 2016, jumlah kematian penderita diabetes mellitus sudah mencapai 1.6 juta jiwa.

9. Tuberkulosis

tuberkulosis

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang umumnya menyerang organ paru-paru. Penyebab dari penyakit tuberkulosis adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. Gejala yang timbul adalah penderita akan mengalami batuk berkepanjangan (biasanya lebih dari 3 minggu) yang disertai dengan dahak, atau bahkan darah.

Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang dapat ditularkan melalui ludah ketika berbicara, bersin, ataupun batuk. Bagi seseorang yang terkena ludah penderita TBC, dan sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh, maka dapat tertular dengan mudah.

Berdasarkan data WHO terakhir (tahun 2016), kematian yang disebabkan oleh penderita tuberkulosis (TBC) sudah mencapai 1.3 juta jiwa. Jumlah tersebut membuat TBC menjadi salah satu dari 10 penyakit mematikan di dunia.

10. Malaria

malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium yang  ditularkan oleh nyamuk anopheles betina. Gejala umum yang muncul bagi para penderitanya adalah rasa demam dan menggigil. Untuk mengobati penyakit malaria, pasien harus segera mendapatkan tindakan medis secepat mungkin. Namun jika terlalu lama, penyakit malaria dapat berakibat fatal, seperti kerusakan ginjal hingga kematian.