Alzheimer – Penyakit Otak yang Menyebabkan Kepikunan

By | 06/09/2019

Alzheimer - Penyakit Otak yang Menyebabkan Kepikunan

Penyakit Alzheimer adalah suatu kondisi dimana seorang penderita mengalami penurunan daya ingat,  berkurangnya kemampuan berpikir dan bicara, serta perubahan perilaku secara bertahap. Alzheimer termasuk dalam salah satu penyakit otak dan biasanya menyerang orang-orang diatas 65 tahun.

Penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui. Akan tetapi diduga Alzheimer terjadi karena pengendapan protein di dalam otak, sehingga menghalangi asupan nutrisi ke sel-sel otak.

Gejala Penyakit Alzheimer

Gejala penyakit Alzheimer berkembang dalam tiga tahap, yaitu tahap awal, tahap menengah, dan tahap akhir. Pada tahap awal, gejala penurunan daya ingat penyakit Alzheimer sulit dikenali, karena sering dianggap sebagai efek pertambahan usia.

Ketika memasuki tahap berikutnya, gejala akan mulai terlihat pada penderita. Kecepatan perkembangan gejala penyakit Alzheimer berbeda-beda pada tiap penderita, tapi umumnya gejala akan berkembang secara perlahan selama beberapa tahun.

Gejala Tahap Awal

Gejala utama penyakit Alzheimer adalah kehilangan ingatan secara perlahan yang bertambah parah seiring dengan berjalannya waktu. Di bawah ini adalah contoh-contoh gejala kehilangan ingatan yang sering dialami penderita penyakit Alzheimer tahap awal:

  • Lupa dengan nama benda atau tempat.
  • Lupa dengan kejadian-kejadian yang belum lama dialami.
  • Lupa dengan hal-hal yang belum lama dibicarakan dengan orang lain.
  • Kerap tersesat di tempat atau daerah yang sebetulnya sudah sangat dikenalnya.
  • Salah menaruh barang (misalnya menaruh piring di dalam lemari baju).
  • Lupa cara menggunakan suatu barang.
  • Kesulitan dalam menulis.
  • Sering mengulang pertanyaan yang sama.
  • Kesulitan merangkai kata-kata dalam berkomunikasi.
  • Terlihat kurang berenergi dan tidak antusias.
  • Tampak seperti mengalami depresi.
  • Enggan beradaptasi dengan perubahan.
  • Takut untuk melakukan hal-hal yang baru.
  • Sulit membuat keputusan dan mudah berburuk sangka.
  • Tidak tertarik dengan aktivitas yang sebelumnya disukai.
  • Lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur, duduk, atau menonton televisi daripada mengobrol dengan keluarga atau bersosialisasi.

Gejala Tahap Menengah

Ketika memasuki tahap menengah, tingkat keparahan gejala penyakit Alzheimer yang sudah dirasakan sebelumnya akan meningkat. Penderita yang sudah memasuki tahap ini perlu perhatian ekstra dan perlu bantuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari, misalnya mandi, berpakaian, atau makan. Berikut ini adalah contoh-contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap menengah:

  • Sulit mengingat nama anggota keluarga atau teman.
  • Mengalami masalah dalam berkomunikasi.
  • Perubahan suasana hati makin sering terjadi.
  • Sering gelisah, frustrasi, atau cemas.
  • Sering mengalami gangguan
  • Kesulitan mengatur waktu dan memecahkan masalah.
  • Mulai mengalami halusinasi atau delusi (waham).
  • Tampak bingung, misalnya tidak tahu di mana dirinya berada.

Gejala Tahap Akhir

Setelah gejala masuk ke tahap akhir, penderita penyakit Alzheimer membutuhkan pengawasan dan bantuan penuh dari orang lain untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Tidak hanya penderita, orang-orang di sekitarnya juga dapat merasa tertekan. Di bawah ini adalah beberapa contoh gejala penyakit Alzheimer pada tahap akhir:

  • Penurunan daya ingat makin parah.
  • Kehilangan kemampuan berkomunikasi.
  • Kesulitan bergerak tanpa bantuan orang lain.
  • Buang air kecil atau buang air besar tanpa disadari.
  • Kesulitan untuk makan sendiri dan sulit menelan makanan.
  • Berat badan turun drastis dan mengalami infeksi kulit.
  • Halusinasi dan delusi memburuk, membuat penderita menjadi selalu curiga terhadap orang-orang di sekitarnya, bahkan sampai berlaku kasar.

Penyebab Penyakit Alzheimer

Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui. Dari penelitian terbaru, diduga bahwa penyakit Alzheimer dipengaruhi oleh pengendapan protein di dalam otak yang menghalangi asupan nutrisi ke sel-sel otak, sehingga sel otak menjadi rusak.

Kerusakan sel otak akan menurunkan kadar zat kimia di dalam otak, yang menyebabkan koordinasi antarsaraf otak menjadi kacau. Hal ini akan membuat penderita mengalami penurunan daya ingat dan perubahan suasana hati.

Kondisi ini berbahaya, karena lama-kelamaan sel otak akan mati, hingga pada akhirnya beberapa bagian otak akan menyusut, terutama bagian otak yang mengatur memori.

Faktor Risiko Penyakit Alzheimer

Meskipun penyebabnya masih belum diketahui, ada beberapa kondisi yang diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit Alzheimer, antara lain:

  • Lansia. Penyakit Alzheimer lebih rentan terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 65 tahun.
  • Wanita. Penyakit Alzheimer lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria.
  • Pernah mengalami cedera kepala. Menurut penelitian, cedera kepala memiliki hubungan dengan penyakit Alzheimer.
  • Mengalami sindrom Down. Kelainan genetik yang menyebabkan terjadinya sindrom Down dapat menyebabkan penumpukan protein di otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.
  • Memiliki gangguan kognitif. Orang-orang dengan kondisi ini memiliki masalah pada daya ingat, dan dapat memburuk seiring bertambahnya usia.
  • Genetik. Menurut penelitian, seseorang yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita penyakit Alzheimer lebih berisiko terkena penyakit yang sama.

Selain faktor-faktor di atas, risiko penyakit Alzheimer juga meningkat ketika memiliki penyakit jantung, jarang berolahraga, merokok, atau mengalami gangguan tidur, serta menderita diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas, dan kolesterol tinggi.

Meskipun sebagian besar penderitanya berusia di atas 65 tahun, Alzheimer juga dapat terjadi pada orang yang berusia lebih muda, khususnya di atas 30 tahun. Oleh karena itu, dianjurkan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat.

Komplikasi Penyakit Alzheimer

Penurunan daya ingat akibat penyakit Alzheimer dapat mengganggu pengobatan penyakit lain yang sedang dijalani oleh penderita. Hal ini disebabkan karena penderita umumnya tidak bisa:

  • Melaporkan adanya penyakit lain yang sedang diderita.
  • Berkomunikasi jika sedang merasa sakit.
  • Menjalani program pengobatan dengan baik.
  • Melaporkan adanya efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi.

Penderita penyakit Alzheimer tahap akhir juga akan mengalami kesulitan menelan, gangguan keseimbangan, dan kesulitan mengontrol buang air. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan timbulnya komplikasi berupa:

  • Terjatuh dan patah tulang.
  • Kurang gizi dan dehidrasi.
  • Luka akibat terlalu lama berbaring di tempat tidur.
  • Tersedak sehingga menimbulkan gangguan pernapasan.
  • Penyakit infeksi.

Baca Juga : Diagnosa, Pengobatan, dan Pencegahan Alzheimer