Asam Urat, Penyakit yang Menyerang Sendi dan Ginjal

By | 08/08/2019

Asam Urat, Penyakit yang Menyerang Sendi dan Ginjal

Penyakit asam urat atau gout adalah sejenis penyakit yang menyerang bagian sendi. Penyakit ini muncul karena kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi. Pada kondisi normal, asam urat dihasilkan oleh senyawa bernama purin yang berasal dari sejumlah jenis makanan. Kandungan asam urat tersebut akan larut dalam darah dan kemudian dikeluarkan melalui urin.

Namun dalam kondisi yang tidak normal, jumlah kadar asam urat yang dihasilkan menjadi sangat tinggi, sedangkan tubuh tidak dapat mengeluarkannya secara maksimal. Sebagai akibatnya, terjadi pengendapan dan pengkristalan purin di seluruh bagian tubuh.

Rasa sakit yand ditimbulkan oleh penyakit asam urat adalah dampak dari pertempuran sel darah putih yang berupaya untuk melindungi diri dari zat asing dengan kadar purin dan asam urat yang sudah mengkristal tersebut.

Pada dasarnya, asam urat tidak dapat dikategorikan sebagai penyakit yang mematikan. Pakar kesehatan dari Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Ari Fahrial Syam menyebutkan bahwa asam urat tidak bisa dianggap sebagai penyakit yang mampu menyebabkan kematian seseorang secara langsung. Asam urat hanya menyebabkan pembengkakan pada kaki sehingga menyebabkan rasa nyeri, kaku, hingga kesulitan untuk melakukan aktivitas.

Namun jika kondisi kadar asam urat yang tinggi terus dibiarkan / tidak ada tindakan penanganan sama sekali, tingginya kadar asam urat dalam darah bisa merusak organ ginjal.

Gejala Penyakit Asam Urat

Gejala penyakit asam urat umumnya berupa nyeri sendi mendadak dalam waktu singkat (akut), kemudian hilang dalam beberapa hari, dan muncul lagi setelah 6 atau 12 bulan. Dalam beberapa kasus, penderita penyakit asam urat mengalami gejala kronis, akibat serangan asam urat berulang yang terjadi dalam kurun waktu yang lama.

Pada asam urat akut, nyeri hanya terjadi pada satu atau beberapa sendi, seperti di jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki. Gejala akan terasa parah selama 2 hari pertama, dan bisa berlangsung hingga 10 hari. Umumnya penderita akan merasakan nyeri hebat yang muncul mendadak saat malam hari. Selain itu, sendi yang terasa nyeri akan terlihat merah, bengkak, dan akan sangat sakit meski hanya tersentuh sedikit. Beberapa penderita asam urat akut juga mengalami demam selama nyeri menyerang.

Sedangkan pada asam urat kronis, gejala yang muncul adalah nyeri disertai radang sendi yang terjadi berulang, dan bisa mengakibatkan kerusakan sendi permanen, di mana sendi tidak bisa bergerak normal. Selain di ibu jari kaki, nyeri juga terjadi pada banyak sendi di tubuh, seperti siku, jari dan pergelangan tangan, serta tumit.

Penyebab Penyakit Asam Urat

Purin adalah zat yang secara alami dihasilkan tubuh, tapi juga terdapat di beberapa jenis makanan. Untuk mengurai zat purin, tubuh akan secara alami menghasilkan asam urat. Sebagian besar asam urat dibuang melalui urine, dan sebagian lainnya dibuang melalui feses.

Pada penderita penyakit asam urat, kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal. Kondisi ini bisa terjadi bila tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat, atau tubuh sulit membuang kelebihan asam urat.

Bila berlangsung dalam waktu lama, asam urat yang menumpuk dalam tubuh dapat membentuk semacam kristal tajam di sendi, sehingga menimbulkan nyeri, radang, bahkan pembengkakan.

Faktor Risiko Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat lebih sering menimpa pria, terutama dalam rentang usia 30-50. Meski demikian, wanita juga dapat mengalami penyakit ini, terutama setelah masa menopause. Beberapa faktor lain yang dapat memicu naiknya kadar asam urat dalam darah adalah:

  • Memiliki keluarga yang juga menderita penyakit asam urat.
  • Baru saja mengalami cedera atau menjalani operasi.
  • Mengonsumsi makanan dengan kandungan purin tinggi, seperti daging merah, jeroan hewan, dan beberapa jenis hidangan laut (misalnya teri, sarden, kerang, atau tuna).
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman tinggi gula.
  • Menggunakan obat, seperti diuretik, aspirin, ciclosporin, dan beberapa obat kemoterapi.
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, sindrom metabolik, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit tiroid, kolesterol tinggi, leukemia, anemia, sleep apnea, hipertensi, dan obesitas.

Komplikasi Penyakit Asam Urat

Penderita penyakit asam urat harus mewaspadai komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit ini, di antaranya:

  • Munculnya benjolan keras (tofi). Tofi terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit, dan dapat muncul di beberapa area tubuh, seperti jari, tangan, siku, kaki, dan di sekitar mata kaki. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, tofi bisa membengkak dan mengeras saat serangan asam urat terjadi.
  • Asam urat kambuh. Pada sejumlah kasus, serangan asam urat bisa terjadi beberapa kali dalam setahun. Bila dibiarkan tidak tertangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengeroposan dan kerusakan pada sendi.
  • Penyakit batu ginjal. Kristal asam urat bisa menumpuk di saluran kemih, dan menyebabkan batu ginjal.

Baca Juga : Diagnosa dan Penanganan Penderita Asam Urat