Cara Diagnosa, Pengobatan, dan Mencegah Penyebaran Malaria

By | 07/08/2019

Cara Diagnosa, Pengobatan, dan Mencegah Penyebaran Malaria

Diagnosa penyakit malaria dilakukan setelah dokter mendapatkan informasi tentang gejala-gejala yang dialami pasien. Informasi tersebut bisa didapatkan melalui pertanyaan langsung kepada pasien, baik dari gejala yang dirasakan, tempat tinggal, atau perjalanan terakhir yang dilakukan. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui kondisi fisik dari pasien.

Untuk memberikan konfirmasi atas penyakit yang diderita, biasanya dokter juga akan meminta melakukan pemeriksaan darah yang disebut dengan rapid diagnostic tests (RDT) malaria. RDT dilakukan untuk mendeteksi protein (antigen) yang bisa menjadi tanda keberadaan parasit malaria. Dalam beberapa menit, hasil tes tersebut akan keluar.

Selain pemeriksaan RDT malaria, dokter biasanya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap darah pasien. Tes ini bertujuan untuk melihat keberadaan parasit dan membedakan jenis malaria yang menyerang penderita. Karena itu, pengambilan sampel darah akan dilakukan lebih dari 1 kali. Selain dari tes darah, dokter juga bisa melakukan uji fungsi organ ginjal untuk memastikan wabah malaria tersebut tidak menyebabkan komplikasi pada organ lainnya.

Pengobatan Malaria

Pengobatan malaria dilakukan dengan pemberian obat antimalaria untuk membunuh parasit. Jenis dan jangka waktu pemberian obat tergantung kepada jenis parasit yang menyerang, tingkat keparahan gejala, serta kondisi pasien.

Untuk menangani malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, organisasi kesehatan dunia (WHO) membuat suatu regimen kombinasi obat yang disebut dengan artemisin-based combination therapies (ACT). Kombinasi obat tersebut adalah:

  • Kombinasi obat artemether dan lumefantrine
  • Kombinasi artesunate dan amodiaquine
  • Kombinasi dihydroartemisinin dan piperaquine
  • Kombinasi artesunate, sulfadoxine, dan pyrimethamine

Obat ini diberikan setidaknya selama 3 hari pada penderita dewasa maupun anak-anak. Sementara untuk wanita hamil pada trimester pertama, maka obat yang diberikan adalah pil kina ditambah clindamycin selama 7 hari.

Untuk penanganan malaria karena infeksi Plasmodium vivax, dapat diberikan kombinasi obat ACT atau obat chloroquine. Selain itu, guna mencegah kekambuhan malaria jenis ini, dokter dapat menambahkan obat primaquine. Untuk malaria yang parah, penderita akan dirawat di rumah sakit dan diberikan obat melalui suntikan, setidaknya selama 24 jam pertama. Selanjutnya, obat dapat diganti menjadi tablet.

Pencegahan Malaria

Menghindari gigitan nyamuk adalah cara terbaik untuk mencegah infeksi parasit malaria. Caranya antara lain dengan:

  • Menutup kulit dengan celana panjang dan baju berlengan panjang
  • Tidur dengan tempat tidur berkelambu
  • Memakai krim pelindung dari gigitan nyamuk

Jika Anda ingin bepergian ke daerah yang banyak kasus malaria, dokter dapat memberi obat antimalaria, seperti chloroquine, , untuk mencegah Anda terkena malaria. Berikut ini merupakan 10 provinsi di Indonesia dengan kasus malaria terbanyak:

  • Papua
  • Papua Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Maluku
  • Maluku Utara
  • Bengkulu
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Sulawesi Utara
  • Kalimantan Selatan