Cara Mendiagnosa Jantung Iskemik & Pencegahannya

By | 06/08/2019

Cara Mendiagnosa Jantung Iskemik & Pencegahannya

Melakukan diagnosisi terhadap penyakit jantung iskemik dapat dilakukan melalui riwayat medis pasien, pemeriksaan fisik, maupun sejumlah tes yang dapat mendukung kepastian hasil, termasuk:

  • Echocardiogram, alat untuk memeriksa detak pompa jantung dengan menggunakan ultrasound. hasil gelombang suara tersebut akan memberikan gambar video pada layar.
  • Monitor Holter, perangkat portabel yang akan dipasang pada pasien selama lebih dari 2 hari. Fungsi dari alat ini adalah mencatat seluruh aktivitas listrik jantung termasuk detak jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG), alat yang digunakan untuk mencatat aktivitas listrik dan ritme pada jantung.
  • Tes stres, tes ini hanya menggunakan alat treadmill atau obat-obatan yang membuat kerja jantung lebih keras(dalam pantauan dokter).
  • Kateterisasi koroner, diagnosis penyakit jantung iskemik yang satu ini dengan cara menyuntikkan zat warna ke dalam arteri jantung, dilakukan melalui kateter yang di-ulir melalui arteri (biasanya di kaki atau lengan) ke arteri di jantung. X-ray kemudian mendeteksi bintik-bintik atau penyumbatan yang terlihat oleh pewarna.
  • CT scan, alat ini membantu dokter untuk menggambarkan arteri, mendeteksi kalsium dalam endapan lemak yang mempersempit arteri koroner, dan untuk mengkarakterisasi kelainan jantung lainnya.
  • Tes darah, tes ini berguna untuk mengukur kadar kolesterol darah, terutama pada orang yang berusia di atas 40 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kolesterol, kelebihan berat badan, dan tekanan darah tinggi, serta kondisi lainnya, seperti kelenjar tiroid yang kurang aktif, atau kondisi apa pun yang meningkatkan kadar kolesterol.
  • Nuclear ventriculography, ini menggunakan pelacak atau bahan radioaktif untuk menunjukkan ruang jantung. Bahan disuntikkan ke dalam vena. Ini menempel pada sel darah merah dan melewati jantung. Kamera atau pemindai khusus dapat melacak pergerakan.

Pengobatan Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit jantung iskemik sebenarnya agak sulit untuk disembuhkan, namun biasanya dokter akan memberikan sejumlah obat seperti:

  • Statin, Ini adalah satu-satunya obat yang terbukti berdampak positif dalam pengobatan penyakit jantung iskemik, tetapi jika penderitanya memiliki kelainan kolesterol lain, kemungkinan ini tidak bekerja.
  • Beta blockers, berfungsi untuk mengurangi tekanan darah dan detak jantung, terutama pada orang yang pernah mengalami serangan jantung.
  • Nitroglycerin patches, semprotan, atau tablet, Obat-obat ini dapat mengendalikan nyeri dada dengan mengurangi kebutuhan jantung akan darah dengan memperlebar arteri koroner.
  • Blocker saluran kalsium, obat ini bermanfaat memperlebar arteri koroner, memungkinkan aliran darah yang lebih besar ke jantung, dan mengurangi tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Aspirin dosis rendah, aspirin dapat mengurangi pembekuan darah dan menurunkan kemungkinan angina atau serangan jantung pada orang yang berisiko tinggi terhadap kardiovaskular.
  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor, obat ini menurunkan tekanan darah dan membantu memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit jantung iskemik.

Obat-obatan diatas digunakan untuk meringankan gejala penyakit jantung iskemik. Namun jika penyakit sudah tergolong cukup parah, biasanya dokter akan lebih menganjurkan tindakan operasi seperti:

  • Operasi laser, ini dilakukan dengan membuat beberapa lubang kecil di otot jantung, yang berguna untuk mendorong pembentukan pembuluh darah baru.
  • Operasi bypass koroner, dokter bedah akan menggunakan pembuluh darah dari bagian lain tubuh untuk membuat jalan pintas (bypass) yang dapat mengatasi arteri yang tersumbat. Bahan bypass bisa berasal dari kaki atau arteri dinding dada bagian dalam.
  • Angioplasti dan penempatan stent, kateter dimasukkan ke bagian arteri yang menyempit. Balon kempes dimasukkan melalui kateter ke daerah yang terkena. Ketika balon dipompa, ia mengompres timbunan lemak di dinding arteri. Stent atau tabung mesh, dapat dibiarkan di arteri untuk membantu membuatnya tetap terbuka.

Pencegahan Penyakit Jantung Iskemik

Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari efek negatif sebenarnya cukup sederhana. Kalian harus mengurangi kandungan lemak jenuh dalam tubuh. Karena lemak jenuh merupakan salah satu penyebab utama yang membangun plak di arteri. Berikut ini adalah beberapa tips untuk mengurangi kandungan lemak jenuh dalam tubuh.

  • Hindari makanan berlemak yang mengandung jenis lemak berbahaya supaya Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Konsumsi ikan yang tinggi asam lemak omega 3 yang membantu membangun kolesterol baik (HDL) yang membantu menghilangkan kolesterol jahat (LDL).
  • Lakukan olahraga rutin, hindari rokok, dan minuman beralkohol juga membantu mencegah penyakit berbahaya ini.