Diagnosis, Pencegahan dan Pengobatan Herpes

Diagnosis Herpes

Herpes dapat didiagnosis melewati pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan fisik, dokter akan mengecek koreng yang terwujud dampak herpes serta menanyakan gejala yang muncul pada pasien. Selain itu, untuk menolong diagnosis herpes supaya lebih jitu, dapat dijalankan pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Kultur virus herpes simplex. Kultur virus herpes bertujuan untuk mendiagnosis adanya virus herpes. Kultur virus herpes dijalankan dengan metode mengusap zona kulit atau genital yang terinfeksi, mengambil cairan genital atau cairan tubuh lainnya yang diduga mengalami herpes untuk kemudian diperiksa di laboratorium.
  • Tes antibodi. Tes antibodi spesifik virus HSV 1 dan HSV 2 dapat dijalankan untuk mendeteksi adanya infeksi primer herpes, melainkan tidak dapat mendeteksi infeksi herpes rekuren. Tes antibodi dijalankan dengan mengambil sampel darah dari tubuh, kemudian dianalisis di laboratorium untuk dicek keberadaan antibodi spesifik HSV 1 ataupun HSV 2. Perlu diingat bahwa tubuh membutuhkan waktu sekitar 12-16 minggu untuk membentuk antibodi anti HSV 1 atau HSV 2, sesudah virus HSV masuk ke dalam tubuh pertama kali. Tes antibodi HSV 1 dan HSV 2 betul-betul menolong diagnosis, terutama apabila pasien tidak mengalami koreng atau pelepuhan pada kulit.

Pengobatan Herpes

Konsentrasi pengobatan herpes adalah untuk menghilangkan blister, serta untuk mencegah penyebaran herpes, meski koreng dan lepuhan dampak herpes dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Selain itu, pemberian obat-obatan antivirus juga dapat mengurangi komplikasi dampak herpes. Sebagian obat-obatan antivirus yang dapat digunakan, antara lain adalah:

  • Acyclovir.
  • Valacyclovir.
  • Famciclovir.

Untuk mengurangi nyeri yang dimunculkan oleh herpes, kiat-kiat berikut ini dapat dijalankan selama masa penyembuhan herpes, antara lain adalah:

  • Mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen sebagai obat pereda nyeri.
  • Mandi dengan mengaplikasikan air suam
  • Kompres dengan air hangat atau atau air dingin pada kulit yang terkena.
  • Menggunakan pakaian dalam berbahan katun.
  • Menggunakan pakaian longgar.
  • Menjaga zona koreng tetap kering dan bersih.

Jika ibu hamil, apabila sedang atau pernah menderita herpes genital sepatutnya berkonsultasi dengan dokter. Virus herpes dapat menular dari ibu kepada bayi selama masa persalinan, terutama ketika sedang infeksi aktif, serta dapat menyebabkan komplikasi yang berbahaya bagi bayi. Sebagian ibu hamil diketahui sedang atau pernah menderita herpes, bicarakan dengan doker mengenai kemungkinan melahirkan bayi secara operasi Caesar.

Komplikasi Herpes

Herpes simplex jarang memunculkan komplikasi serius pada penderita. Herpes simplex dapat memunculkan komplikasi, terutama apabila penderita juga menderita infeksi HIV. Penderita herpes simplex yang juga menderita HIV umumnya menderita gejala herpes yang lebih parah dan lebih kerap kali kambuh. Sebagian komplikasi yang jarang, melainkan serius, yang dapat dimunculkan oleh herpes simplex adalah:

  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain.
  • Radang otak dan selaputnya.
  • Radang paru-paru.
  • Hepatitis.
  • Esofagitis.
  • Kematian jaringan retina mata.

Komplikasi dari infeksi virus varicella-zoster tidak senantiasa terjadi pada penderita cacar air. Komplikasi seringkali terjadi pada si kecil-si kecil, lansia, wanita hamil, dan orang yang kekebalan tubuhnya lemah. Sebagian komplikasi yang dapat terjadi dampak cacar air adalah:

  • Ruam menyebar ke bagian mata.
  • Ruam yang ditiru oleh sesak napas dan sakit kepala.
  • Ruam yang ditiru dengan infeksi bakteri sekunder pada daerah hal yang demikian.

Herpes zoster dapat memunculkan komplikasi antara lain:

  • Post herpetic neuralgia. Nyeri yang masih dinikmati meski lesi pada kulit sudah menghilang.
  • Infeksi bakteri. Infeksi bakteri dapat pada lokasi ruam dampak herpes, yang kerap kali memunculkan gejala seperti kulit kemerahan, pembengkakan dan hangat apabila disentuh.
  • Nyeri dan ruam pada mata. Ruam dampak herpes zoster yang penjalarannya di sekitar mata dapat menginfeksi mata. Ruam di daerah ini membutuhkan terapi antivirus yang lebih lama dan berisiko memunculkan kerusakan mata permanen.
  • Sindrom Ramsay-Hunt. Sindrom Ramsay-Hunt dapat terjadi sebagai komplikasi dari herpes zoster. Gejala Sindrom Ramsay-Hunt antara lain adalah kehilangan pendengaran, pusing, nyeri di salah satu telinga dan kehilangan kesanggupan mengecap rasa pada lidah.

Sebagian komplikasi hal yang demikian muncul, hendaknya seketika diperiksakan ke dokter. Komplikasi virus varicella-zoster dapat berbahaya terutama apabila terjadi pada wanita hamil. Sebagian wanita hamil menderita infeksi virus varicella-zoster, janin yang dikandungnya dapat mengalami kelainan bawaan, seperti:

  • Kelainan mata dan permasalahan penglihatan lainnya.
  • Disabilitas intelektual (retardasi mental).
  • Pertumbuhan yang lambat.
  • Kepala yang berukuran lebih kecil dari ukuran normal.
Diagnosis, Pencegahan dan Pengobatan Herpes

Contoh Widget

Ini adalah contoh widget untuk menunjukkan bagaimana sidebar Kiri tampil. Anda dapat menambahkan widget kustom dari layar widget. Jika widget kustom ditambahkan makan yang ini akan ditimpa.