Fatty Liver / Perlemakan Hati yang Dapat Mengganggu Fungsi Hati

By | 10/08/2019

Fatty Liver / Perlemakan Hati yang Dapat Mengganggu Fungsi Hati

Perlemakan hati atau fatty liver adalah suatu kondisi ketika terjadi penumpukan lemak dalam organ hati. Dalam istilah medis, penyakit ini dinamakan sebagai hepatic steatosis. Penumpukan lemak dapat memicu terjadinya gangguan fungsi hati. Jika tidak ada tindakan medis, perlemakan hati dapat memicu peradangan hati hingga sirosis, atau munculnya jaringan parut pada organ hati.

Gejala Perlemakan Hati

Seseorang dinyatakan mengalami perlemakan hati bila berat organ hati lebih banyak 5-10 persen dari berat hati normal. Secara umum, perlemakan hati tidak menimbulkan gejala. Namun, sebagian penderita bisa merasa tidak nyaman pada perut atau merasa kelelahan. Organ hati juga terlihat membesar, meski hal ini hanya bisa terlihat saat dokter melakukan pemeriksaan fisik.

Gejala yang lebih jelas muncul saat hati mulai mengalami peradangan. Kondisi tersebut ditunjukkan dengan:

  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan berkurang
  • Tubuh terasa lelah dan lemah
  • Bingung

Saat peradangan berkembang menjadi sirosis, maka gejala yang dapat dialami penderita adalah:

  • Kulit dan mata berwarna kekuningan
  • Asites
  • Cenderung lebih mudah berdarah
  • Merasa bingung
  • Telapak tangan berwarna merah
  • Ginekomastia
  • Pembuluh darah membesar di bawah permukaan kulit

Sementara itu, perlemakan hati yang terjadi saat hamil merupakan komplikasi kehamilan yang membahayakan. Gejala biasanya muncul pada trimester ketiga, berupa rasa mual dan muntah yang terus menerus, nyeri pada perut bagian atas, kulit kuning, dan tubuh lesu.

Penyebab Perlemakan Hati

Perlemakan hati atau fatty liver terjadi saat tubuh memproduksi lebih banyak lemak sementara proses pemecahannya di hati tidak cukup cepat. Akibatnya, lemak yang tidak berhasil dipecah akan tertimbun dalam jaringan hati. Perlemakan hati dapat digolongkan menurut penyebabnya, yaitu:

Alkohol

Fatty Liver / Perlemakan Hati yang Dapat Mengganggu Fungsi Hati

Penimbunan lemak yang paling banyak diderita orang Indonesia disebabkan oleh alkohol. Penderita mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol. sehingga hati tidak dapat memecah alkohol secara sempurna.

Non-Alkohol

Penyebab perlemakan hati yang kedua tidak berhubungan alkohol. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat memicu terjadinya penimbunan lemak dalam hati:

  • Efek samping obat-obatan, misalnya kortikosteroid, estrogen sintetik, methotrexate, dan tamoxifen.
  • Zat racun (toksin).
  • Memiliki kondisi medis tertentu, seperti kadar gula darah tinggi (hiperglikemia), diabetes tipe 2, hipertensi, atau hepatitis C.
  • Malnutrisi.
  • Berat badan yang turun secara drastis.
  • Memiliki berat badan berlebih.
  • Resisten terhadap insulin.
  • Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida tinggi.

Perlemakan hati tidak terkait alkohol dapat terbagi menjadi perlemakan hati sederhana di mana lemak dalam hati tidak mengalami peradangan, dan steatohepatitis nonalkohol di mana hati mengalami peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan sel hati. Peradangan ini dapat menyebabkan fibrosis, sirosis, atau kanker hati yang membahayakan.

Kehamilan

Penyebab perlemakan hati yang ketiga adalah karena kehamilan. Perlemakan hati ini biasanya muncul pada trimester ketiga. Perlemakan hati yang disebabkan oleh kehamilan tergolong paling berbahaya, karena dokter tidak dapat memberikan pengobatan apapun terhadap penderita. Karena pengobatan yang berlebihan akan berpengaruh terhadap janin.

Baca Juga : Pengobatan Medis Penderita Lemak Hati