Informasi Lengkap Tentang Penyakit Kuning

By | 09/08/2019

Informasi Lengkap Tentang Penyakit Kuning

Penyakit kuning adalah salah satu penyakit yang muncul sebagai akibat dari gangguan fungsi hati. Seseorang yang mengidap penyakit kuning dapat terlihat dari warna kulit dan bagian mata (sklera) menjadi kekuningan. Pada bayi yang baru lahir, penyakit kuning normal terjadi dan bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Kondisi ini terjadi pada saat bayi berusia 2-4 hari, dan akan menghilang dalam 1-2 minggu. Namun bila penyakit kuning terjadi pada 24 jam pertama setelah bayi lahir, atau tidak menghilang setelah bayi berusia lebih dari 14 hari, maka perlu dilakukan konsultasi kepada dokter.

Gejala Penyakit Kuning

Penderita penyakit kuning, kulit, mata, dan lapisan dalam mulut atau hidungnya akan kelihatan kekuningan. Selain itu penderita penyakit kuning biasanya akan mengeluarkan feses berwarna seperti dempul dan urine yang berwarna seperti teh. Ada juga berbagai gejala lain seperti demam dan nyeri otot.

Penyebab Penyakit Kuning

Penyakit kuning disebabkan oleh penumpukan zat bernama bilirubin di dalam aliran darah. Bilirubin terbentuk dari penghancuran sel darah merah. Di dalam tubuh, bilirubin akan bergerak melalui organ hati, mengalami pembersihan, sebelum akhirnya dikeluarkan dari tubuh. Bagi penderita gangguan hati, maka hati tidak dapat melakukan pembersihan kadar bilirubin secara maksimal, sehingga membuat warna kulit dan bagian mata menjadi kekuningan.

Setiap orang memiliki kadar bilirubin normal yang berbeda-beda sesuai usianya. Pada orang dewasa, kadar bilirubin normal adalah di bawah 1,2 mg/dL. Sedangkan pada anak-anak (di bawah usia 18 tahun), kadar bilirubin normal adalah di bawah 1 mg/dL.

Sedangkan pada  bayi yang baru lahir, penyakit kuning merupakan kondisi wajar dan tidak berbahaya. Sejumlah kondisi di bawah ini dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit kuning pada bayi baru lahir:

  • Terlahir prematur, sehingga organ hati belum terbentuk sempurna.
  • Golongan darah bayi berbeda dengan golongan darah ibu.
  • Gangguan dalam proses menyusui.

Kadar bilirubin normal pada bayi berbeda-beda, tergantung kepada usia bayi baru lahir. Berikut penjelasan lengkapnya:

  • Usia kurang dari 1 hari: di bawah 10 mg/dL
  • Usia 1 sampai 2 hari: di bawah 15 mg/dL
  • Usia 2 sampai 3 hari: di bawah 18 mg/dL
  • Usia lebih dari 3 hari: di bawah 20 mg/dL

Bayi dengan kadar bilirubin di atas normal harus segera ditangani. Sebab jika kadar bilirubin mencapai 25 mg/dL, bayi dapat berisiko mengalami kerusakan otak, kehilangan pendengaran, serta terserang penyakit cerebral palsy.

Jenis-Jenis Penyakit Kuning

Berdasarkan letak terjadinya gangguan fungsi hati, penyakit kuning dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu:

1. Penyakit kuning yang terjadi sebelum masuk ke organ hati (pre-hepatic)

Penyakit kuning pre-hepatic timbul ketika sel darah merah hancur terlalu cepat atau terlalu banyak, sehingga membuat zat bilirubin dalam darah meningkat. Akibatnya, hati kewalahan memroses bilirubin, sehingga muncul gejala penyakit kuning. Penyakit kuning pre-hepatic dapat disebabkan oleh sejumlah penyakit berikut:

  • Anemia sel sabit
  • Malaria
  • Talasemia
  • Sindrom Gilbert
  • Sindrom Crigler-Najjar
  • Sferositosis
  • Defisiensi enzim G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenase)
  • Anemia hemolitik autoimun (AIHA)

2. Penyakit kuning yang terjadi di dalam hati (intra-hepatic)

Penyakit kuning intra-hepatic terjadi ketika hati mengalami kerusakan atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini menyebabkan bilirubin tidak dapat diolah untuk dibuang dari dalam tubuh. Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan penyakit kuning intra-hepatic antara lain:

  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C
  • Hepatitis D
  • Hepatitis E
  • Konsumsi minuman beralkohol berlebihan
  • Sirosis
  • Kanker hati
  • Sindrom Dubin-Johnson
  • Kolangitis sklerosing primer
  • Demam kelenjar
  • Leptospirosis
  • Overdosis obat paracetamol
  • Penyalahgunaan NAPZA jenis ekstasi
  • Paparan zat kimia karbon tetraklorida atau asam karbolat (fenol) di lingkungan pekerjaan

3. Penyakit kuning yang terjadi setelah melewati organ hati (post-hepatic)

Bilirubin yang telah diolah oleh organ hati akan melewati saluran empedu dan organ pankreas, sehingga ketika saluran empedu dan pankreas mengalami peradangan, tersumbat, atau rusak mengakibatkan aliran bilirubin menjadi tidak lancar. Ada sejumlah penyakit yang dapat menyebabkan penyakit kuning post-hepatic, di antaranya:

  • Penyakit batu empedu
  • Peradangan atau infeksi saluran empedu
  • Kanker saluran empedu (cholangiocarcinoma)
  • Tertutupnya saluran empedu pada bayi baru lahir (atresia bilier)
  • Peradangan organ pankreas (pankreatitis)
  • Kanker pankreas

Baca Juga : Langkah Medis Bagi Penderita Penyakit Kuning