Kali ini kami ingin memberitahukan penyakit Bipolar

By | 19/11/2019

Penyakit Bipolar adalah gangguan mental yang dapat merubah emosi secara drastis, dimana dari senang bisa menjadi depresi

Gangguan bipolar pada umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang drastis seperti:

Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih.
Dari percaya diri menjadi pesimis.
Dari bersemangat menjadi malas beraktivitas.

Setiap fase emosi dapat berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan. Bukan hanya pada orang dewasa, gangguan bipolar juga bisa terjadi pada anak.

Penyebab Gangguan Bipolar :

Penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar belum diketahui. Namun, terdapat dugaan bahwa gangguan bipolar merupakan dampak dari adanya gangguan pada senyawa alami yang berfungsi menjaga fungsi otak. Gangguan pada otak (neurotransmitter) itu sendiri diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

-Genetik
-Sosial
-Lingkungan
-Fisik

Pengobatan Gangguan Bipolar :

Dalam menangani gangguan bipolar, dokter akan menganjurkan penggunaan obat atau terapi khusus. Untuk menentukan metode yang tepat, pasien perlu melakukan pemeriksaan secara langsung ke dokter.

Gangguan bipolar yang tidak mendapatkan penanganan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan penderitanya, seperti:

Performa di sekolah atau tempat kerja memburuk
Kecanduan alkohol hingga penyalahgunaan NAPZA
Rusaknya hubungan sosial, misalnya dengan pasangan, kerabat, atau orang lain
Permasalahan keuangan (finansial)
Menimbulkan keinginan hingga percobaan bunuh diri

Penyebab Bipolar Meski mengetahui gejala dan jenis dari gangguan bipolar, sayangnya, penyebab kondisi ini tidak diketahui secara pasti. Para Bola Deposit Pulsa yang mempelajari kondisi ini juga setuju bahwa tak ada penyebab tunggal dari gangguan bipolar. Dengan kata lain, ada beberapa faktor yang mungkin terlibat dalam kondisi ini. Dikutip dari National Institute of Mental Health (NIMH) beberapa faktor risiko berikut merupakan penyebab gangguan bipolar.

1. Struktur dan fungsi otak Beberapa penelitian menunjukkan bagaimana otak dari penderita gangguan bipolar berbeda dengan struktur otak normal atau gangguan mental lain. Para ahli percaya gangguan bipolar disebabkan oleh gangguan pada sirkuit otak tertentu. Tak hanya itu, fungsi zat kimia otak yang disebut neurotransmitter juga berpengaruh pada kondisi ini.

2. Genetik Selain terkait pada struktur dan fungsi otak, beberapa penelitian juga menemukan bahwa gangguan bipolar terkait dengan genetik. Para peneliti menemukan bahwa orang dengan gen tertentu lebih mungkin mengembangkan gangguan bipolar.

3. Riwayat keluarga Penelitian tentang kaitan gen dan bipolar juga menunjukkan adanya riwayat keluarga yang bisa jadi faktor risiko. Penelitian yang dilakukan di John Hopkins University menemukan, gangguan bipolar II terjadi paling umum pada orang dengan riwayat keluarganya juga mengembangkan bipolar I dan II.

4. Lingkungan dan Gaya Hidup Penelitian lain menunjukkan bahwa kondisi ini juga terkait dengan lingkungan dan gaya hidup. Para peneliti menemukan anak-anak dengan orang tua bipolar sering dikelilingi oleh stres lingkungan yang signifikan. Ini mungkin terkait perubahan suasana hati yang terjadi pada orang tua mereka. Meski tidak selalu mengembangkan gangguan bipolar, anak-anak tersebut bisa mengembangkan gangguan mental lain. Misalnya, ADHD, depresi berat, skizofrenia, atau penyalahgunaan narkoba.

Tujuan penanganan gangguan bipolar adalah untuk menurunkan frekuensi terjadinya episode-episode mania dan depresi agar penderita dapat hidup secara normal dan membaur dengan lingkungan. Selain memperbaiki pola hidup, penanganan biasanya mencakup pemberian obat-obatan yang dikombinasikan dengan terapi psikologis (contohnya terapi perilaku kognitif).

Untuk itu jangan ragu untuk selalu rutin memeriksakan kesehatan mental kita atau orang terdekat kita ke psikolog/psikiater demi kesehatan mental yang baik. Kesehatan mental merupakan hal yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Keduanya harus sama-sama dijaga.