Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru-Paru | Kenali Lebih Cepat Sebelum Terlambat

By | 06/08/2019

Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru-Paru | Kenali Lebih Cepat Sebelum Terlambat

Kanker trakea, bronkus, dan paru-paru adalah suatu kondisi ketika sel-sel jaringan di saluran pernapasan tumbuh secara tidak normal, yang kemudian menyebabkan terbentuknya tumor. Dengan tubmuhnya tumor tersebut, sistem pernapasan penderita akan menjadi terganggu sehingga mengakibatkan penurunan kadar oksigen yang bisa diperoleh oleh tubuh. Menurut data WHO terakhir (tahun 2016), jumlah kematian pasien maupun penderita kanker trakea, bronkus, dan paru-paru sudah mencapai 1.7 juta orang.

Baca Juga : 10 Penyakit yang Menjadi Penyebab Utama Meningkatnya Angka Kematian di Dunia

Jenis kanker trakea, bronkus, paru-paru terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung dari ukuran tumor yang sudah terbentuk, yaitu:

  • Kanker sel kecil: Kondisi ini berarti bahwa sel-sel kanker terlihat kecil di bawah mikroskop. Kondisi ini sangat jarang terjadi, hanya sekitar 1 dari 8 orang dengan kanker trakea, bronkus, dan paru-paru memiliki kanker sel kecil. Jenis kanker trakea, bronkus, dan paru-paru ini dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat.
  • Kanker non-sel kecil: Kondisi ini berarti sel-sel kanker lebih besar daripada kanker sel kecil. Lebih banyak orang memiliki jenis kanker trakea, bronkus, dan paru-paru ini (sekitar 7 dari 8). Kondisi ini tidak berkembang secepat kanker trakea, bronkus, dan paru-paru sel kecil, sehingga pengobatan untuk jenis kanker ini berbeda.

Jenis yang kurang umum lain dari kanker trakea, bronkus, dan paru-paru non-sel kecil adalah: pleomorfik, tumor karsinoid, karsinoma kelenjar ludah, dan karsinoma tak terklasifikasi.

Gejala Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru-Paru

Sebagian besar gejala kanker trakea, bronkus,dan paru-paru terjadi di organ yang bersangkutan. Namun jika anda juga mengalami gejala pada tubuh maupun organ lainnya, berarti sel kanker tersebut telah menyebar (dalam istilah medis disebut metastasis) ke bagian tubuh maupun organ lainnya. Tingkat keparahan gejala juga berbeda. Beberapa bahkan mungkin tidak merasakan gejala atau hanya merasa lelah pada umumnya. Beberapa gejala yang harus Anda ketahui adalah:

  • Ketidaknyamanan atau nyeri pada dada
  • Batuk yang tidak hilang atau semakin memburuk dari waktu ke waktu
  • Masalah pernapasan
  • Bersin
  • Darah dalam dahak
  • Suara serak
  • Masalah dalam menelan
  • Kehilangan selera makan
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan yang diketahui
  • Merasa sangat lelah
  • Peradangan atau sumbatan di trakea, bronkus, dan paru-paru
  • Pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening dalam dada di daerah trakea, bronkus, dan paru-paru.

Kanker trakea, bronkus, dan paru-paru adalah kondisi yang serius yang dapat menyebabkan komplikasi fatal. Kanker trakea, bronkus, dan paru-paru bisa menyebabkan komplikasi, seperti:

  • Sesak napas
  • Batuk darah
  • Nyeri yang dapat disebabkan oleh kanker trakea, bronkus, dan paru-paru tingkat lanjut
  • Cairan di dada (efusi pleura)
  • Kanker yang menyebar ke bagian lain dari tubuh (metastasis)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter spesialis.

Penyebab Tumbuh Sel Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru-Paru

Kanker ini dapat dipicu oleh racun yang masuk ke dalam trakea, bronkus, dan paru-paru, baik secara sengaja atau tidak. Penyebab paling umum terjadi adalah merokok, penggunaan pipa cangklong, atau cerutu. Risiko kanker paru akibat merokok akan terus meningkat selama orang itu masih merokok. Untungnya, risiko dapat diturunkan jika mereka berhenti merokok.

Faktor-faktor risiko

Kanker paru bisa terjadi kepada siapa pun, tetapi ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kanker trakea, bronkus, dan paru-paru. Faktor risiko untuk kanker trakea, bronkus, dan paru-paru termasuk:

  • Pernah merokok atau sedang merokok
  • Perokok pasif
  • Memiliki anggota keluarga dengan kanker trakea, bronkus, dan paru-paru
  • Melakukan terapi radio untuk kondisi lain yang dapat mempengaruhi daerah dada
  • Kontak dengan racun seperti asbes, kromium, nikel, arsenik, jelaga, atau tar di tempat kerja
  • Terkena paparan radon di rumah atau tempat kerja
  • Hidup di lingkungan yang tercemar
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh dari genetik yang lemah atau akibat human immunodeficiency virus (HIV)
  • Menggunakan suplemen beta karoten dan menjadi perokok berat

Baca Juga : Diagnosis Terhadap Kanker Trakea, Bronkus, dan Paru-Paru, Serta Cara Pengobatannya