Langkah Diagnosa, Pengobatan, Serta Pencegahan Penyakit Stroke

By | 06/08/2019

Langkah Diagnosa, Pengobatan, Serta Pencegahan Penyakit Stroke

Ketika dokter akan memberikan diagnosa tentang penyakit stroke yang dialami seseorang dan menentukan langkah penanganan yang paling tepat, biasanya dokter akan mempertanyakan tentang beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Gejala yang dialami, awal munculnya gejala, dan apa yang sedang pasien lakukan ketika gejala tersebut muncul.
  • Jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Apakah pasien pernah mengalami cedera di bagian kepala.
  • Memeriksa riwayat kesehatan pasien dan keluarga pasien terkait penyakit jantung, stroke ringan (TIA), dan stroke.

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pasien secara keseluruhan, yang biasanya diawali dengan memeriksa tekanan darah, detak jantung, dan bunyi bising abnormal di pembuluh darah leher dengan menggunakan stetoskop. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan, antara lain:

  • Tes darah. Pemeriksaan darah dilakukan untuk mendeteksi beberapa hal, seperti:
    • Kadar gula darah dalam darah.
    • Hitung jumlah sel darah untuk melihat kemungkinan adanya infeksi.
    • Kecepatan pembekuan darah (hemostasis).
    • Keseimbangan zat kimia dan elektrolit dalam darah untuk melihat fungsi organ.
  • CT scan. CT scan dapat menghasilkan gambar otak secara detail, sehingga dapat mendeteksi tanda-tanda perdarahan, tumor, dan stroke.
  • MRI. Pemeriksaan MRI menggunakan gelombang radio dan magnet untuk menghasilkan gambaran detail dari otak pasien. MRI dapat mendeteksi jaringan otak yang mengalami kerusakan akibat stroke iskemik dan perdarahan otak. Dokter juga dapat menyuntikkan zat pewarna ke dalam pembuluh darah untuk melihat kondisi aliran darah di pembuluh arteri dan vena.
  • Elektrokardiografi. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) dilakukan untuk mengetahui aktivitas listrik jantung sehingga dapat mendeteksi adanya gangguan irama jantung atau penyakit jantung koroner yang menyertai.
  • USG doppler karotis. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail mengenai kondisi bagian dalam pembuluh arteri karotis di leher. Gambar tersebut dapat mendeteksi timbunan lemak (plak) dan kondisi aliran darah di dalam arteri karotis.
  • Ekokardiografi. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar detail dari jantung. Ekokardiografi dilakukan untuk mendeteksi sumber gumpalan di dalam jantung yang mungkin bergerak dari jantung ke otak, sehingga menyebabkan stroke. Ekokardiografi juga dapat melihat penurunan fungsi pompa jantung.

Pengobatan Stroke

Jika mendapati diri Anda atau anggota keluarga mengeluhkan gejala-gejala tersebut seketika, Anda harus pergi segera ke rumah sakit mengingat penyakit ini merupakan suatu kegawatan medis. Pengobatan stroke harus diberikan sebelum terlambat.

Hal awal yang biasa dilakukan di UGD untuk mengawali pengobatan stroke adalah membaringkan pasien dan memfleksikan kepala (menekuk leher ke arah depan) 30 derajat, lalu dilakukan CT-Scan sebagai pemeriksaan standar baku emas untuk menentukan apakah ini stroke iskemik atau stroke hemoragik, karena obat yang diberikan untuk pengobatan stroke yang berbeda ini tidaklah sama.

Prinsip pengobatan stroke iskemik adalah melarutkan bekuan darah atau sedangkan stroke hemoragik adalah untuk menghentikan pendarahan. Rehabilitasi pasca-stroke yang mengiringi pengobatan stroke membantu individu mengatasi cacat yang dihasilkan dari kerusakan penyakit ini. Sedangkan TIA sendiri merupakan “alarm” terhadap stroke sehingga meskipun pasien dengan TIA akan “sembuh” seperti sediakala dalam waktu kurang dari 24 jam, pasien dengan TIA tetap harus mengonsumsi obat pengencer darah yang didapatkan dari dokter serta menjaga pola hidup agar terhindar dari penyakit ini.

Ketika stroke menyerang, maka tubuh akan jatuh ke dalam risiko kematian. Sekalipun bertahan hidup, maka pasien akan mengalami kecacatan. Mengingat efek kecacatan dan kematian yang tinggi dari penyakit ini, maka sebaiknya Anda menghindari faktor-faktor risikonya. Periksa tekanan darah dengan rutin.

Salah satu faktor risikonya adalah tekanan darah tinggi. Selain itu, kurangi makanan berminyak dan berlemak untuk menurunkan kolesterol. Orang yang pernah terkena serangan jantung berisiko terkena penyakit ini lebih besar, maka, jaga kesehatan jantung dengan olahraga yang cukup. Jika Anda merokok, kurangi, bahkan sebisa mungkin hentikan.

Rehabilitasi Stroke

Penyakit stroke adalah peristiwa yang mengubah kehidupan yang dapat memengaruhi seseorang baik secara fisik maupun emosional. Setelah terjangkit penyakit stroke, pemulihan yang berhasil akan sering melibatkan terapi dan dukungan spesifik, seperti:

  • Terapi bicara: Ini membantu dalam masalah memproduksi atau memahami pembicaraan. Berlatih, relaksasi, dan mengubah gaya komunikasi semuanya bisa membantu
  • Terapi fisik: Ini dapat membantu seseorang mempelajari kembali gerakan dan koordinasi. Penting untuk tetap aktif, meskipun sulit pada awalnya
  • Terapi okupasi: Ini digunakan untuk membantu seseorang meningkatkan kemampuan mereka untuk melakukan aktivitas rutin sehari-hari, seperti mandi, memasak, berpakaian, makan, membaca, dan menulis
  • Kelompok pendukung: Ini membantu dengan masalah kesehatan mental yang umum seperti depresi yang dapat terjadi setelah stroke. Banyak yang merasa berguna untuk berbagi pengalaman umum dan bertukar informasi
  • Dukungan dari teman dan keluarga: Orang-orang terdekat seseorang harus menawarkan dukungan dan kenyamanan praktis setelah stroke. Membiarkan teman dan keluarga tahu apa yang bisa dilakukan untuk membantu itu sangat penting

Rehabilitasi stroke adalah bagian perawatan yang penting dan berkelanjutan. Dengan bantuan yang tepat dan dukungan dari orang-orang yang dicintai, rehabilitasi stroke adalah cara untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, tergantung pada tingkat keparahan stroke yang dideritanya.

Pencegahan Stroke

Cara terbaik untuk mencegah stroke adalah mengatasi penyebab yang mendasarinya. Ini paling baik dicapai melalui perubahan gaya hidup, termasuk:

  • Makan makanan sehat
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Tidak merokok tembakau
  • Menghindari alkohol atau minum secukupnya

Makan-makanan bergizi berarti termasuk banyak buah, sayuran, dan biji-bijian yang sehat, kacang, biji-bijian, dan kacang polong. Pastikan untuk makan sedikit atau tanpa daging merah atau olahan dan batasi asupan kolesterol dan lemak jenuh. Minimalkan asupan garam untuk mendukung tekanan darah yang sehat. Langkah-langkah lain yang diambil untuk membantu mengurangi risiko stroke meliputi:

  • Menjaga tekanan darah tetap terkendali
  • Mengelola diabetes
  • Mengobati sleep apnea obstruktif
  • Selain perubahan gaya hidup ini, dokter dapat membantu mengurangi risiko stroke iskemik di masa depan melalui pemberian obat antikoagulan atau antiplatelet.
  • Selain itu, bedah arteri juga dapat digunakan untuk menurunkan risiko stroke berulang, serta beberapa opsi bedah lainnya yang masih sedang dipelajari.