Langkah Diagnosis dan Pengobatan Pasien Diare

By | 07/08/2019

Langkah Diagnosis dan Pengobatan Pasien Diare

Penyakit diare adalah salah satu penyakit yang mudah untuk diketahui. Bahkan tanpa dokter sekalipun, sebagian besar orang sudah mengetahui apakah dirinya terkena penyakit diare atau tidak hanya dengan memperhatikan gejala-gejala yang dialami. Namun jika melalui dokter, biasanya para pasien akan diminta untuk melakukan sejumlah tes, seperti tes darah maupun tes feces. Tujuan dari tes ini untuk menemukan adanya bakteri, virus, ataupun parasit yang menyebabkan pasien terkena diare.

Dalam beberapa kasus, juga terdapat pasien yang mengalami diare setelah mengonsumsi makanan ataupun minuman tertentu. Dalam kasus tersebut, dokter biasanya akan mengambil kesimpulan bahwa pasien tersebut mengalami diare karena intoleransi tubuh atau alergi makanan.

Jika penyebab diare masih terus berlangsung dan belum diketahui penyebabnya, pemeriksaan kolonoskopi dapat dilakukan. Kolonoskopi dilakukan untuk mengetahui kondisi usus dan mengidentifikasi adanya kelainan pada usus besar. Prosedur pemeriksaan ini menggunakan alat seperti selang kecil yang dilengkapi dengan lampu dan kamera pada ujungnya.

Pengobatan Diare

Sebagian besar kasus diare dapat pulih dalam beberapa hari tanpa memerlukan pengobatan. Penderita diare dapat menerapkan beberapa hal berikut ini di rumah untuk meredakan gejalanya:

  • Meningkatkan konsumsi cairan.
    Mengganti kehilangan cairan dan elektrolit adalah salah satu kunci penting dalam penanganan diare. Hal ini juga diperlukan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Caranya adalah dengan mengonsumsi cairan sebanyak-banyaknya, bisa berupa air putih, jus, atau kaldu. Pada anak-anak, pemberian oralit sangat disarankan. Pada bayi yang masih menyusui, asupan ASI harus selalu terjaga.
  • Mengonsumsi makanan yang tepat
    Saat mengalami diare, penderita dianjurkan untuk mengonsumsi makanan lunak selama beberapa hari. Selain itu, hindari juga makanan yang sarat lemak, serat, atau bumbu. Jika kondisi usus sudah membaik, ganti ke makanan semi padat dengan kadar serat yang ditingkatkan secara bertahap.

Jika upaya penangan diare secara mandiri belum berhasil, maka dokter dapat memberi obat-obatan untuk mengatasinya. Dokter dapat meresepkan antibiotik jika diare disebabkan oleh infeksi bakteri.

Di samping obat antibiotik, dokter juga dapat memberikan obat yang dapat memperlambat gerakan usus, sehingga mengurangi diare yang parah. Contoh obat tersebut adalah loperamide dan bismuth subsalicylate. Diskusikan kembali dengan dokter mengenai manfaat dan risiko mengonsumsi obat anti diare.

Untuk obat pereda rasa sakit, meski tidak dapat mengobati diare, dokter akan meresepkannya jika diare disertai demam dan nyeri. Contohnya adalah paracetamol atau ibuprofen.

Untuk kasus diare yang berlangsung lama, misalnya akibat radang usus, dokter perlu menangani penyakit tersebut terlebih dahulu. Setelah kondisi penyebabnya tertangani, maka diare akan otomatis mereda.

Pencegahan Diare

Upaya pencegahan diare tergantung kepada kedisiplinan seseorang dalam menjaga kebersihan makanan dan minuman. Dengan menerapkan kebiasaan bersih, seseorang dapat terhindar dari virus atau mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan diare. Dianjurkan untuk:

  • Rajin mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging yang belum dimasak, sehabis dari toilet, atau setelah bersin dan batuk. Bersihkan tangan dengan sabun, dan bilas dengan air bersih.
  • Mengonsumsi makanan yang sudah dimasak. Hindari memakan buah-buahan atau sayuran mentah yang tidak dipotong sendiri.
  • Minum air matang.