Langkah Pengobatan Untuk Penderita Hepatitis A

By | 09/08/2019

Langkah Pengobatan Untuk Penderita Hepatitis A

Terdapat banyak jenis penyakit yang akan muncul sebagai akibat dari gangguan fungsi hati. Karena itu sebelum melakukan pengobatan terhadap pasien yang diduga menderita infeksi hepatitis A, biasanya dokter akan melakukan sejumlah diagnosa terlebih dahulu, dimulai dari gejala-gejala yang sudah dialami, serta kemungkinan terjadinya penularan virus karena memiliki lingkungan yang terjangkit infeksi hepatitis A.

Secara fisik, gejala yang biasanya tampak dari penderita hepatitis A adalah warna kulitnya yang berwarna kuning. Jika penderita sudah menunjukkan gejala fisik ini, biasanya dokter akan melakukan sejumlah tes seperti:

  • Tes darah, pengambilan darah dilakukan untuk mendiagnosis adanya antibodi virus hepatitis A dalam darah.
  • USG perut, untuk mengetahui adanya kerusakan pada organ hati atau organ lain yang memiliki gejala yang serupa.
  • Tes antibodi terhadap hepatitis B dan C, tes ini berfungsi untuk mencari tahu apakah ada penyakit lain yang menyebabkan penderita mengalami sakit kuning.

Pengobatan Hepatitis A

Pengobatan hepatitis A hanya bertujuan untuk meredakan gejala yang dirasakan. Obat antivirus tidak dibutuhkan karena virus hepatitis A akan dibasmi oleh sistem kekebalan tubuh penderita sendiri. Untuk meredakan gejala, dokter akan meminta pasien untuk:

  • Beristirahat total.
  • Sering minum air putih untuk menjaga kecukupan cairan tubuh.
  • Tetap makan walaupun nafsu makan menurun.
  • Makan dengan porsi sedikit dan menghindari makanan berlemak, untuk mencegah mual dan muntah.
  • Menghindari minuman beralkohol.
  • Menggunakan pakaian longgar untuk mengurangi rasa gatal.

Penderita disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat, walaupun obat tersebut dijual bebas tanpa resep dokter. Obat-obatan yang dikonsumsi tanpa anjuran dokter berisiko menambah parah gangguan fungsi hati yang dialami penderita.

Untuk meredakan gejala, dokter dapat memberikan obat pereda nyeri dan obat penurun panas. Gejala mual dan muntah juga bisa diredakan dengan minum obat mual metoclopromide. Mengingat penyakit ini mudah untuk ditularkan, beberapa cara berikut perlu dilakukan pasien untuk mencegah penyebaran infeksi hepatitis A ke orang lain:

  • Tidak berbagi handuk dengan orang lain dan jangan mencampur cucian pakaian dengan milik orang lain.
  • Disiplin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun secara teratur, khususnya setelah dari toilet.
  • Menghindari berhubungan intim.
  • Tidak menyiapkan makanan untuk orang lain.

Penderita yang telah sembuh dari hepatitis A akan mendapat kekebalan tubuh terhadap penyakit ini, sehingga kecil kemungkinannya untuk mengalami hepatitis A lagi.

Pencegahan Hepatitis A

Langkah utama dalam mencegah hepatitis A adalah melakukan vaksinasi hepatitis A. Vaksin ini dianjurkan bagi mereka yang berisiko tinggi terkena hepatitis A, misalnya orang yang pekerjaannya berhubungan dengan kotoran, seperti petugas dinas kebersihan atau petugas pembersih toilet.

Vaksinasi hepatitis A juga dianjurkan bagi petugas yang menyiapkan makanan, untuk menghindari penularan ke banyak orang, dan penderita penyakit liver kronis, untuk menghindari komplikasi gagal hati. Di Indonesia, vaksinasi hepatitis A tidak termasuk ke dalam imunisasi wajib. Vaksin ini dapat dilakukan pada usia 2-18 tahun sebanyak dua kali dengan interval 6-12 bulan.

Hepatitis A juga dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan. Hal ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah mudah berikut:

  • Selalu mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, terutama sebelum makan, sebelum mengolah makanan, dan setelah dari toilet.
  • Tidak berbagi penggunaan barang-barang pribadi, seperti sikat gigi atau handuk, termasuk juga peralatan makan.
  • Selalu memasak makanan sampai matang dan merebus air sampai mendidih.
  • Hindari jajan di pedagang kaki lima yang kebersihannya kurang terjaga.