Malaria, Infeksi yang Ditularkan Melalui Nyamuk

By | 07/08/2019

Malaria, Infeksi yang Ditularkan Melalui Nyamuk

Malaria adalah penyakit infeksi menular yang menyebar melalui gigitan nyamuk. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit malaria adalah rasa demam dan menggigil. Malaria memang menjadi salah satu penyakit mematikan yang ada di dunia. Orang yang terserang penyakit ini dapat berisiko mengalami anemia berat, gagal ginjal, atau bahkan hingga kematian. Walaupun begitu, malaria masih bisa disembuhkan apabila penderita dapat langsung ditangani dengan cepat.

Di Indonesia sendiri, jumlah penderita malaria memang terus menurun setiap tahun. Namun di bagian Indonesia Timur, seperti Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur (NTT), jumlah penduduk yang terserang penyakit malaria masih sangat tinggi. Sedangkan di kota besar dengan jumlah penduduk terbanyak, seperti DKI Jakarta dan Bali, sudah termasuk dalam wilayah bebas malaria.

Baca Juga : 10 Penyakit yang Menjadi Penyebab Utama Meningkatnya Angka Kematian di Dunia

Gejala Malaria

Gejala malaria akan muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk. Namun pada beberapa kasus, gejala baru timbul setelah beberapa bulan karena parasit penyebab malaria dapat bertahan dalam keadaan tidak aktif di dalam tubuh. Gejala yang dirasakan penderita malaria antara lain:

  • Demam
  • Menggigil
  • Sakit kepala
  • Berkeringat banyak
  • Lemas
  • Pegal linu
  • Gejala anemia atau kurang darah
  • Mual atau muntah
  • Nyeri perut
  • Diare dan BAB berdarah

Serangan gejala malaria sering digambarkan melalui tiga tahap selama 6-12 jam, diawali dengan menggigil, lalu berkembang menjadi demam dan sakit kepala, kemudian penderita akan berkeringat banyak dan lemas hingga akhirnya suhu tubuh kembali normal. Serangan gejala malaria tersebut dapat muncul dengan siklus tertentu, yaitu muncul 3 hari sekali (malaria tertiana) atau 4 hari sekali (malaria kuartana).

Penyebab Malaria

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah gigitan nyamuk tersebut, parasit masuk ke dalam tubuh dan menempati organ hati, di mana parasit dapat tumbuh dan berkembang biak.

Saat parasit tersebut tumbuh dan menjadi dewasa, parasit pergi dari organ hati dan merusak sel darah merah. Kerusakan pada sel darah merah inilah yang menimbulkan gejala anemia pada penderita.

Di samping melalui gigitan nyamuk, penyebaran parasit malaria juga dapat terjadi karena terpapar darah penderita malaria. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan seseorang terpapar malaria adalah:

  • Janin yang terinfeksi dari ibunya
  • Menerima transfusi darah
  • Berbagi pemakaian jarum suntik
  • Menerima donor organ

Keparahan gejala malaria yang timbul berbeda-beda setiap orang. Penduduk yang tinggal di daerah yang banyak kasus malaria memiliki separuh kekebalan terhadap penyakit ini, sehingga gejala yang timbul tidak akan terlalu parah.

Namun, separuh kekebalan tersebut bisa hilang begitu seseorang pindah ke daerah di mana malaria tidak sering terjadi. Orang yang tidak memiliki separuh kekebalan dapat mengalami gejala malaria yang lebih parah. Gejala malaria juga umumnya dapat menjadi parah dan bisa menimbulkan komplikasi bila terjadi pada:

  • Balita
  • Lansia
  • Ibu hamil dan janin yang dikandungnya

Jenis Malaria

Ada banyak sekali jenis malaria yang dibedakan menurut jenis parasit Plasmodium yang menginfeksi. Namun, hanya lima jenis Plasmodium menginfeksi manusia, yaitu:

1. Malaria falciparum

Disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum. Malaria jenis ini yang paling berbahaya karena menyebabkan malaria berat disertai komplikasi. Sebagian besar kasus kematian karena malaria terkait dengan malaria jenis ini.

2. Malaria vivax

Parasit Plasmodium vivax yang menyebabkan malaria vivax ini dapat bertahan dalam keadaan tidak aktif pada organ hati selama beberapa bulan atau tahun. Sehingga, malaria jenis ini dapat kambuh ketika parasit aktif kembali.

3. Malaria ovale

Jenis ini disebabkan oleh parasit Plasmodium ovale dan gejala yang ditimbulkan tidak parah, serta terkadang membaik tanpa pengobatan.

4. Malaria malariae

Malaria jenis ini baru menimbulkan gejala setelah sudah lama terinfeksi parasit Plasmodium malariae. Oleh karena itu, penderita malaria jenis ini akan mengalami infeksi yang kronis dan juga terkait dengan gangguan fungsi organ ginjal.

5. Malaria knowlesi

Sama dengan malaria falciparum, malaria akibat Plasmodium knowlesi juga dapat berkembang dengan cepat menjadi parah, walaupun gejala awalnya ringan.

Komplikasi Malaria

Ada beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita malaria, antara lain:

  • Anemia parah, komplikasi ini terjadi karena banyaknya sel darah merah yang hancur atau rusak (hemolisis) akibat parasit malaria.
  • Malaria otak, komplikasi ini terjadi saat sel darah dipenuhi parasit, sehingga menghambat pembuluh darah kecil pada otak. Akibatnya, otak menjadi bengkak atau rusak. Gejalanya berupa kejang dan koma.
  • Gagal fungsi organ tubuh, ada beberapa organ yang dapat terganggu karena parasit malaria, antara lain ginjal, hati, atau limpa. Kondisi tersebut dapat membahayakan nyawa penderita.
  • Gangguan pernapasan, komplikasi ini terjadi saat cairan menumpuk pada paru-paru (edema paru), sehingga membuat penderita sulit bernapas.
  • Hipoglikemia, malaria yang parah bisa menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah rendah. Gula darah yang sangat rendah bisa berakibat koma atau bahkan kematian.

Baca Juga : Cara Diagnosa, Pengobatan, dan Mencegah Penyebaran Malaria