Pengobatan Medis Penderita Lemak Hati

By | 10/08/2019

Pengobatan Medis Penderita Lemak Hati

Penimbunan lemak hati selalu menjadi salah satu gangguan hati yang pada awalnya tidak dapat terdeteksi. Sehingga seseorang hanya akan menyadari gangguan fungsi hati setelah ini ketika sudah berumur 40 – 60 tahun. Diagnosa sederhana terhadap penimbunan lemak ialah tanda-tanda atau gejala penyakit yang muncul, gaya hidup, serta informasi riwayat penyakit penderita.

Berikutnya, dokter akan meminta penderita untuk melakukan sejumlah pemeriksaan fisik, termasuk mengukur berat badan dan mengamati adanya tanda-tanda masalah hati, seperti penyakit kuning ataupun organ hati yang membesar.

Guna memastikan diagnosis, sejumlah pemeriksaan penunjang perlu dilakukan. Pemeriksaan darah dapat menunjukkan masalah jika kadar enzim hati lebih tinggi dari normal. Pemeriksaan darah ini perlu ditunjang dengan tes pencitraan, seperti USG, CT scan, atau MRI untuk mendeteksi keberadaan lemak dalam hati.

Sementara itu, bila sangat diperlukan atau bila dicurigai ada kondisi lain, dokter dapat melakukan biopsi hati dengan mengambil sampel organ hati yang selanjutnya diperiksa di laboratorium. Biopsi juga akan membantu dokter menentukan penyebab kelainan pada hati.

Pengobatan Perlemakan Hati

Penanganan yang utama dalam perlemakan hati adalah mengendalikan atau menangani penyebab penyakit ini. Untuk tujuan tersebut, dokter biasanya akan menyarankan penderita untuk:

  • Berhenti atau membatasi konsumsi minuman beralkohol. Dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol setidaknya selama 6 minggu, maka lemak dalam hati dapat berkurang.
  • Menurunkan berat badan.
  • Mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti gandum, sayuran, dan buah-buahan.
  • Membatasi konsumsi makanan berkadar kalori tinggi, seperti nasi, jagung, roti, dan kentang.
  • Mengonsumsi ayam dan ikan sebagai pengganti daging merah.
  • Menghindari minuman berkadar gula tinggi, terutama minuman kemasan.
  • Untuk panyakit hati tidak terkait alkohol, dokter dapat membantu dengan memberi vitamin E dan pioglitazone (obat untuk menangani diabetes). Namun, penggunaan obat tersebut masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Jika perlemakan hati disebabkan oleh suatu penyakit, maka kondisi yang mendasarinya harus ditangani terlebih dahulu. Perkembangan perlemakan hati terkait alkohol semakin cepat menjadi sirosis jika penderita tidak menghentikan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol. Sementara untuk perlemakan hati tidak terkait alkohol, kecenderungan penyakit tersebut menjadi sirosis lebih besar jika penderita sudah dinyatakan mengalami steatohepatitis. Jika sudah menjadi sirosis, maka kemungkinan terjadinya gagal hati akan lebih besar. Saat perlemakan hati sudah menjadi sirosis atau gagal hati, pilihan penanganan yang bisa dilakukan adalah transplantasi hati.