Penyakit Definisi, Gejala, dan Faktor Penyebab Diare

By | 07/08/2019

Penyakit Definisi, Gejala, dan Faktor Penyebab Diare

Diare (diarrhoeal diseases) adalah penyakit yang membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja (feces) yang encer. Pada umumnya, diare muncul karena penderita mengonsumsi makanan dan minuman yang sudha terpapar virus, bakteri, maupun parasit.

Penyakit diare ringan biasanya hanya berlangsung selama beberapa hari. Namun jika tidak ada tindakan pengobatan, diare dapat memanjang hingga mencapai berminggu-minggu. Pada kondisi tersebut, diare sudah bisa dikategorikan menjadi cukup parah/kronis.

Diare termasuk dalam salah satu masalah kesehatan utama yang terdapat di Indonesia. Berdasarkan data informasi profil kesehatan Indonesia tahun 2017 dari Kemenkes RI, jumlah kasus diare seluruh Indonesia adalah sekitar 7 juta, dan paling banyak terjadi di provinsi Jawa Barat dengan 1,2 juta kasus.

Pada dasarnya, diare memang tidak terlalu berbahaya. Karena diare sebenarnya hanyalah sebuah tanda dari tubuh karena mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor atau memiliki bibit penyakit. Namun, jika dibiarkan, diare juga bisa menyebabkan kematian. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya cairan dalam tubuh karena sebagian besar telah dikeluarkan melalui tinja / feces. Kekurangan cairan tersebut akan membuat si penderita melemah dan akhirnya berisiko pada kematian.

Tingkat kesadaran orang terhadap penyakit diare dapat dikategorikan sangat rendah. Mereka lebih dominan menyepelekan penyakit diare hingga penyakit tersebut terlanjur menjadi kronis. Berdasarkan data WHO, secara global penyakit diare telah menghilangkan 1.38 juta jiwa pada tahun 2016.

Baca Juga : 10 Penyakit yang Menjadi Penyebab Utama Meningkatnya Angka Kematian di Dunia

Gejala Diare

Gejala diare bervariasi, umumnya meliputi perut kembung atau kram, tinja encer, rasa mulas, atau terkadang mual dan muntah. Penderita dapat mengalami satu atau beberapa gejala sekaligus, tergantung dari penyebab diare.

Gejala lainnya yang mungkin juga dapat terjadi adalah:

  • Penurunan berat badan.
  • Tinja berlendir, berdarah, atau mengandung makanan yang belum tercerna.
  • Demam.
  • Sakit kepala.

Sedangkan tanda-tanda yang menunjukkan penderita diare mengalami dehidrasi adalah:

  • Pusing.
  • Rasa haus berlebihan.
  • Urine menjadi sedikit atau berwarna gelap.
  • Mulut dan kulit kering.
  • Lemas.

Pada bayi atau anak-anak, dehidrasi juga bisa dikenali dari gejala:

  • Mata, perut, dan pipi yang terlihat cekung.
  • Air mata berkurang saat menangis.
  • Tidak ada urine pada popok selama 3 jam atau lebih.
  • Rewel.

Segera cari pertolongan medis jika Anda memiliki bayi atau anak-anak yang mengalami diare selama lebih dari 24 jam, terutama jika disertai gejala dehidrasi, demam melebihi 39 derajat Celsius, tinja mengandung nanah, atau tinja berwarna hitam.

Penyebab Diare

Beberapa kondisi dapat menyebabkan seseorang mengalami diare, umumnya adalah infeksi virus pada usus besar. Jenis-jenis virus tersebut meliputi rotavirus, norwalk, cytomegalovirus, dan virus hepatitis. Rotavirus merupakan virus yang paling sering menyebabkan diare pada anak-anak.

Selain infeksi virus, penyebab diare lainnya adalah:

  • Infeksi bakteri, seperti Campylobacter, Clostridum difficile, Escherichia coli, Salmonella, dan Shigella.
  • Infeksi parasit, contohnya Giardia.
  • Alergi makanan.
  • Makanan yang mengandung pemanis buatan.
  • Intoleransi fruktosa (pemanis alami pada madu dan buah-buahan) dan intoleransi laktosa (zat gula yang terdapat pada susu dan produk sejenisnya).
  • Pasca operasi batu empedu.
  • Efek samping obat-obatan, misalnya antibiotik yang dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri dalam usus sehingga menimbulkan diare.

Pada kasus diare yang berlangsung lama (kronis), faktor-faktor penyebabnya meliputi:

  • Radang pada saluran pencernaan, seperti pada penyakit Crohn, kolitis ulseratif, atau kolitis mikroskopik.
  • Irritable bowel syndrome.
  • Penyakit celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten.

Baca Juga : Langkah Diagnosis dan Pengobatan Pasien Diare