TBC (Tuberculosis), Penyakit Menular yang Menyerang Paru-Paru

By | 07/08/2019

TBC (Tuberculosis), Penyakit Menular yang Menyerang Paru-Paru

TBC (Tuberkulosis) atau yang juga dikenal dengan singkatan TB adalah salah satu jenis penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Gejala utama yang muncul oleh penderita TBC adalah batuk-batuk yang berlangsung cukup lama (lebih dari 3 minggu), serta memiliki dahak, atau bahkan mengeluarkan darah.

Kuman mycobacterium tuberculosis sebenarnya tidak hanya menyerang organ paru-paru, tetapi juga bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar. Penyakit ini dapat ditularkan dari percikan ludah yang keluar penderita TBC, ketika berbicara, batuk, atau bersin. Sehingga bagi seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, dapat dengan mudah tertular penyakit ini.

Baca Juga : 10 Penyakit yang Menjadi Penyebab Utama Meningkatnya Angka Kematian di Dunia

Gejala Tuberkulosis TBC

Gejala-gejala TBC (tuberkulosis) yang muncul dapat berupa:

  • Batuk yang berlangsung lama (3 minggu atau lebih), biasanya berdahak.
  • Batuk mengeluarkan darah.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Penurunan berat badan.
  • Demam dan menggigil.
  • Lemas.
  • Nyeri dada saat bernapas atau batuk.
  • Tidak nafsu makan.
  • Lemas.

Tidak semua kuman TBC yang masuk ke paru-paru langsung menimbulkan gejala. Kuman TBC bisa saja hanya bersembunyi sampai suatu hari berubah menjadi aktif dan menimbulkan gejala. Kondisi ini dikenal sebagai TBC laten. Selain tidak menimbulkan gejala, TBC laten juga tidak menular.

Selain menyerang paru-paru, kuman TBC juga dapat menyerang organ lainnya, seperti ginjal, usus, otak, atau TBC kelenjar. Penyakit TBC pada organ selain paru-paru sering terjadi pada orang dengan kekebalan tubuh rendah, misalnya penderita AIDS.

Berikut ini adalah contoh gejala yang muncul akibat penyakit TBC di luar paru-paru, menurut organ yang terkena:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening bila terkena TBC kelenjar.
  • Kencing berdarah pada TBC ginjal.
  • Nyeri punggung pada TBC tulang belakang.
  • Sakit perut jika mengalami TBC usus.
  • Sakit kepala dan kejang bila terkena TBC di otak.

Penyebab Tuberkulosis TBC (Tuberkulosis)

TBC (tuberkulosis) disebabkan oleh infeksi kuman dengan nama yang sama, yaitu Mycobacterium tuberculosis. Kuman atau bakteri ini menyebar di udara melalui percikan ludah penderita, misalnya saat berbicara, batuk, atau bersin. Meski demikian, penularan TBC membutuhkan kontak yang cukup dekat dan cukup lama dengan penderita, tidak semudah penyebaran flu.Makin lama seseorang berinteraksi dengan penderita TBC, semakin tinggi risiko untuk tertular. Misalnya, anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita TBC.

Pada penderita TBC yang tidak menimbulkan gejala (TBC laten), kuman TBC tetap tinggal di dalam tubuhnya. Kuman TBC dapat berkembang menjadi aktif jika daya tahan tubuh orang tersebut melemah, seperti pada penderita AIDS. Namun, TBC laten ini tidak menular.

Seperti telah dikatakan sebelumnya, penularan TBC tidak semudah flu, sehingga Anda tidak akan tertular TBC jika hanya sekadar berjabat tangan dengan penderita TBC. Namun, ada beberapa kelompok orang yang lebih mudah tertular penyakit ini, yaitu:

  • Orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh.
  • Petugas medis yang sering berhubungan dengan penderita TBC.
  • Lansia dan anak-anak.
  • Pengguna NAPZA.
  • Orang yang kecanduan alkohol.
  • Perokok.
  • Penderita penyakit ginjal stadium lanjut.

Orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita AIDS, diabetes, kanker, serta orang yang kekurangan gizi.
Selain penyakit, terdapat beberapa jenis obat-obatan yang dapat melemahkan kekebalan tubuh (obat imunosupresif). Obat-obatan tersebut umumnya digunakan untuk mengobati:

  • Lupus
  • Psoriasis
  • Rheumatoid arthritis
  • Penyakit Crohn

Baca Juga : Deteksi Penyakit TBC, Pengobatan, dan Cara Pencegahannya