Vitamin E – Kenali Manfaat, Asupan, dan Efek Samping

By | 31/08/2019

Vitamin E termasuk dalam jenis vitamin yang dapat larut dalam lemak dan memiliki efek antioksidan. Kandungan vitamin E berfungsi untuk menjaga kekuatan sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan sel, kesehatan mata, dan kesehatan kulit.

Kandungan vitamin E dapat ditemukan pada berbagai makanan sehari-hari, seperti sayuran hijau, minyak nabati, margarin, daging sapi, telur, buah, dan kacang-kacangan. Bagi anda yang mengalami kekurangan vitamin E, anda juga akan mendapatkan pasokan vitamin E dari supplemen-supplemen yang diperjualbelikan secara bebas, seperti Dalfarol, Evigra, Good Life Vit E 400, Natur-E, Original E, Toco-E, E-400, Evipron, Lanturol-200 / 400, Novarol dan Santa-E.

Gejala yang Muncul Karena Kekurangan Vitamin E

Ataksia sering muncul ketika bagian dari sistem saraf yang mengendalikan gerakan mengalami kerusakan, penderita ataksia mengalami kegagalan dalam mengendalikan otot-otot pada tangan dan kaki mereka, sehingga menyebabkan gangguan keseimbangan dan koordinasi atau gangguan GAIT (Glucosamine/chondroitin Arthritis Intervention Trial). Seseorang yang mengalami kekurangan vitamin E mungkin akan menunjukkan gejala ataksia.

Tidak hanya itu, jika Anda kekurangan vitamin E, Anda akan mengalami pelemahan otot, masalah penglihatan seperti kebutaan, aritmia jantung (gangguan detak jantung atau irama jantung) dan demensia. Seringkali kekurangan vitamin E ini dianggap bisa menyebabkan kerusakan saraf dan otot yang mengakibatkan Anda tidak bisa ‘merasakan’ lengan dan kaki, kehilangan kontrol gerak tubuh, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah

Dosis Vitamin E

Dosis suplemen vitamin E akan ditentukan sesuai dengan kondisi yang dialami pasien. Berikut adalah rincian dosis yang umumnya disarankan dokter:

  • Defisiensi Vitamin E – anak-anak 2-20 mg/kg satu kali sehari, sedangkan dewasa 40-50 mg per hari
  • Fibrosis Kistik – anak-anak 50-200 mg satu kali sehari, sedangkan dewasa 100-200 mg per hari
  • Kelainan Abetalipoproteinemia – anak-anak 50-100 mg/kg satu kali sehari, sedangkan dewasa 50-100mg/kg per hari

Secara umum, berikut adalah dosis harian yang disarankan untuk keperluan nutrisi sehari-hari atau recommended dietary allowance (RDA) untuk vitamin E:

Usia Dosis
1-3 tahun 6 mg
4-8 tahun 7 mg
9-13 tahun 11 mg
>14 tahun, dewasa, & ibu hamil 15 mg
ibu menyusui 19 mg

Mengingat takaran dosis yang perlu disesuaikan dengan kondisi yang dialami, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi vitamin E agar terhindar dari overdosis atau efek samping.

Mengonsumsi Vitamin E dengan Benar

Pastikan untuk membaca informasi pada kemasan obat dan mengikuti anjuran dokter dalam mengonsumsi vitamin E.

Konsumsilah vitamin E bersama dengan makanan karena penyerapan vitamin E di dalam tubuh memerlukan lemak dari makanan.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi vitamin E, disarankan untuk segera melakukannya jika jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, jangan menggandakan dosis.

Jika Anda sudah mengonsumsi suplemen vitamin E selama 10 tahun atau lebih, disarankan untuk berkonsultasi kembali dengan dokter agar terhindar dari efek samping atau overdosis.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika mengonsumsi vitamin E bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Penyerapan vitamin E dapat terganggu jika dikonsumsi bersama dengan cholestyramine, colestipol dan orlistat.
  • Mengonsumsi vitamin E dengan dosis tinggi dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin dan mengurangi respon tubuh terhadap suplementasi zat besi.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Vitamin E

Vitamin E jarang menyebabkan efek samping terutama jika dikonsumsi dalam dosis yang cukup. Jika dikonsumsi secara berlebihan, vitamin E dapat menyebabkan:

  • Diare
  • Sakit kepala
  • Tubuh menjadi lemah
  • Gangguan pada penglihatan
  • Mual

Segera temui dokter jika ada mengalami gejala efek samping untuk mendapatkan penanganan dini.

Peringatan:

  • Harap berhati-hati bagi perokok dan juga penderita penyakit Alzheimer, penurunan fungsi mental, kerusakan mata (misalnya retinitis pigmentosa), gangguan ginjal, penyakit jantung, diabetes, penyakit kulit, defisiensi vitamin K, dan gangguan penggumpalan darah.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda alergi atau sensitif terhadap Vitamin E.
  • Waspada bagi penderita kanker leher dan kepala karena vitamin E dosis tinggi berpotensi memicu sel kanker untuk tumbuh kembali.
  • Hentikan penggunaan suplemen vitamin E dua minggu sebelum menjalani operasi karena dapat meningkatkan risiko perdarahan saat operasi.
  • Bagi yang baru menjalankan tindakan angioplasti, disarankan untuk menghentikan penggunaan suplemen vitamin E sebelum dan setelah tindakan dilakukan agar tidak menurunkan kemampuan pemulihan alami tubuh.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.