Vitamin K – Manfaat & Dosis Konsumsi

By | 01/09/2019

Vitamin K adalah salah satu vitamin yang dibutuhkan tubuh dalam membantu proses pembekuan darah dan menjaga kesehatan tulang. Asupan vitamin K bisa anda dapatkan dari bayam, brokoli, kacang kedelai, daging, telur, stroberi, sereal, dan minyak sayur. Vitamin K termasuk kedalam jenis vitamin yang larut dalam lemak.

Kekurangan vitamin K jarang terjadi pada orang dewasa, melainkan sering dialami oleh bayi yang baru lahir. Defisiensi ini dapat memicu terjadinya perdarahan yang sulit dihentikan.

Vitamin K yang berfungsi sebagai suplemen dapat dibeli secara bebas. Contoh merek suppemen yang biasanya tersedia di apotik diantaranya adalah Prohem, Vitadion, Vitka Infant. Sedangkan untuk jenis vitamin K yang digunakan di rumah sakit guna menangani perdarahan memerlukan pantauan dan resep dari dokter.

Dosis Vitamin K

Pada umumnya, dosis untuk mengobati defisiensi vitamin K pada orang dewasa adalah 10-40 mg per hari. Sedangkan pada anak-anak, silakan tanya kepada dokter. Penentuan dosis suplemen vitamin K tergantung pada tingkat keparahan defisiensi serta respons tubuh terhadap suplemen ini.

Sementara itu, untuk mengatasi perdarahan, dosis vitamin K akan ditentukan oleh dokter yang menangani kasus tersebut di rumah sakit.

Mengonsumsi Suplemen Vitamin K dengan Benar

Suplemen vitamin K boleh dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Vitamin ini akan diserap oleh tubuh bersama dengan lemak dari makanan.

Selama menggunakan suplemen vitamin K, beri tahu dokter sebelum menjalani penanganan medis apa pun. Suplemen ini akan memengaruhi proses pembekuan darah Anda.

Anda juga dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan rutin ke dokter apabila mengalami defisiensi vitamin K. Ini dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi serta keefektifan suplemen ini.

Bagi yang lupa mengonsumsi suplemen vitamin K, disarankan untuk segera melakukannya jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Interaksi Vitamin K dengan Obat Lain

Terdapat sejumlah obat yang berpotensi menimbulkan reaksi tidak diinginkan jika dikonsumsi bersamaan dengan vitamin K. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Antibiotik.
  • Antikoagulan.
  • Salisilat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Vitamin K

Beberapa efek samping yang mungkin saja terjadi setelah menggunakan suplemen vitamin K adalah:

  • Berkeringat.
  • Pusing.
  • Perubahan pada indera pengecap.
  • Kulit (terutama pada wajah dan leher) terasa merah, panas, atau kesemutan.

Segera ke rumah sakit terdekat atau temui dokter apabila muncul gejala:

  • Merasa seperti mau pingsan.
  • Sulit bernapas.
  • Bibir membiru.

Meski demikian, suplemen vitamin K umumnya tidak menyebabkan efek samping jika digunakan sesuai dengan takaran yang direkomendasikan.

Peringatan:

  • Wanita yang merencanakan kehamilan, baru melahirkan, atau sedang menyusui sebaiknya bertanya pada dokter sebelum mengonsumsi suplemen vitamin K. Sementara itu, ibu hamil hanya boleh mengonsumsinya dengan anjuran dokter.
  • Jangan mengonsumsi vitamin K melebihi durasi yang ditentukan oleh dokter.
  • Harap berhati-hati mengonsumsi suplemen vitamin K jika menggunakan Anda sedang menggunakan obat antikoagulan, menderita gangguan ginjal, serta menderita gangguan hati.
  • Jika terjadi alergi atau overdosis, segera temui dokter.